DPD Partai Nasdem Lembata Siap Salurkan Bansos DPR Pusat di 9 Kecamatan Terdampak Bencana

Pimpinan dan Pengurus DPD Partai Nasdem Kab. Lembata

Lewoleba,Sikapnews.com- DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (27/2/2021), menggelar Konfrensi Pers. Bertempat di rumah Restorasi DPD partai Nasdem Lembata, Konfrensi Pers dihadiri 10 media. 

Hadir dalam konferensi Pers tersebut, Ketua DPD partai Nasdem Kabupaten Lembata, Hendrik Mosa Langobelen, Sekretaris DPD Nasdem, Stef Tapobali, Bendahara DPD Partai Nasdem, Hieronimus Bokilia dan Ketua Fraksi Nasdem-PKS DPRD Kabupaten Lembata, Kristoforus Ricam. 

Pimpinan teras Partai Nasdem Kabupaten Lembata yang hadir dalam konfrensi Pers tersebut menyampaikan tentang model reses anggota DPR RI Komisi IV, Juli Sutrisno Laiskodat dalam reses yang digelar 22 Februari sampai 2 Maret 2021.

Pimpinan Teras Partai Nasdem dalam kesempatan itu juga menyampaikan kesiapan partai Nasdem menghadapi Pilkada 2024 mendatang dan upaya DPD Nasdem menitipkan aspirasi Partai untuk diperjuangkan di level Pusat. 

“Kehadiran wartawan di rumah restorasi ini sebagai bentuk dukungan kepada saya yang baru sebulan dipercayakan menjadi ketua DPD Nasdem Lembata. Dengan dukungan wartawan hari ini tentu kedepannya kita bekerjasama, demi kepentingan membangun Lembata,” ujar Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Lembata, Hendrik Mosa Langobelen. 

Dikatakan, pada Jumad (26/02/2021) kemarin, Pengurus Nasdem melalukan tatap muka secara virtual bersama Juli Sutrisno Laiskodat, DPR RI Dapil NTT I, yang membidangi Sektor Pertanian, Lingkungan hidup Serta Kelautan dan perikanan. Ibu Juli Laiskodat memberi pentunjuk yang akan diteruskan ke wilayah oleh pengurus DPD Nadem tingkat Kabupaten.

Ketua Fraksi Partai Nasdem-PKS DPRD, Kristoforus Ricam sekaligus Wakil Ketua bidang Olahraga DPD Nasdem Kabupaten Lembata, dalam kesempatan konfrensi Pers, Sabtu, menjelaskan, dalam agenda reses masa sidang III DPR RI, ada beberapa poin penting yang dititipkan Partai Nasdem Kabupaten Lembata untuk diperjuangkan di tingkat pusat. 

“Ibu Juli Laiskodat ini, Anggota Komisi IV, bidang pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup, kami titipkan hal penting di sector pertanian, dengan basis kajian luasan darat berbanding laut. Kami sampaikan bahwa air masih menjadi persoalan di Lembata yang membutuhkan peningkatan kapasitas. Potensi SDA kita punya air tetapi kondisi bendungan kita masih butuh peningkatan sektor pertanian di Lembata,” ujar Kristoforus Ricam.  

Disebutkan, bendungan Waikomo baru tersentuh program intensitas namun cakupannya terbatas.

“kalau bendungan besar ada di Lembata, saya yakin dataran Ile Ape, Lamahora, Lebatukan dan sebagain Nubatukan bisa diairi. Kami juga minta ibu Juli Laiskodat perjuangkan bantuan berupa alat tangkap baik Porseine dan Pol and line guna mendorong peningkatan produksi sector perikanan di Lembata,” ujar Kristoforus Ricam.  

Selain itu, DPD Nasdem juga menitipkan persoalan wabah ASF yang mematikan sebagain besar pupulasi ternak babi di Lembata. Namun sampai saat ini belum tersedia vaksin ASF.

“Tolong di perjuangkan vaksin ASF di tingkat pusat agar serangan virus jenis ASF ini dapat diantisipasi. Dengan begitu, ekonomi masyarakat Lembata dapat terbantu,” ujar Kristoforus Ricam. 

Sementara itu, Bendahara DPD Partai Nasdem Kabupaten Lembata, Hieronimus Bokilia dalam kesempatan itu menjelaskan, Ibu Juli Laiskodat memiliki kerinduan untuk bertemu langsung dengan konstituennya di Lembata, namun pandemi Covid-19 menyebabkan beliau tidak bisa bertemu dengan konstituen. 

“Maka dalam kesempatan reses 22 Februari sampai 2 Maret 2021 kali ini, Ibu Juli Laiskodat menyalurkan bantuan sosial berupa sembako yakni beras, minyak goreng dan telur, difokuskan kepada warga Lembata terdampak angin kencang dan peternak korban wabah Virus ASF.  Bansos dari anggota DPR RI tersebut diarahkan ke masyarakat terdampak bencana. Kami targetkan dalam minggu ini warga terdampak bencana di 9 Kecamatan terlayani,” ujar Bokilia.

Ditegaskan, Bantuan social tersebut difokuskan kepada korban, bukan hanya kepada konstituen partai Nasdem saja. 

Bantuan diarahkan kepada warga di 9 Kecamatan, 1 Kecamatan rata-rata 12 KK Penerima paket bantuan sembako ini.

Dalam kesempatan konfresnsi Pers, Sabtu (27/02/2021), Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Lembata, Henrikus Mosa Langobelen memberi signal sejumlah kader potensial partai Nasdem yang ada di DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi NTT maupun di tingkat Pusat, siap disurvei untuk ikut dalam pertarungan politik Pemilukada 2024 mendatang. 

Selain kader potensial Partai Nasdem, dalam survei menuju pertarungan Pilkada 2024 mendatang, partai Nasdem juga membuka diri mensurvei kader potensial diluar Partai yang dapat di dorong dalam perhelatan Pilkada Lembata.(*/IA)

Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) tahun 2021 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lembata

Lewoleba,Sikapnews.com- Hari ini Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lembata menggelar acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dilaksanakan di Aula Lapas Lembata (27/02/2021).

Kegiatan dihadiri oleh Kapolres Lembata Bapak YOCE MARTEN, S.H., S.I.K.,M.I.K,  Ketua Pengadilan Negeri Lembata Bapak TRIADI AGUS PURWANTO, S.H.,M.H dan mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Lembata, Bapak ISFARDY, S.H.,M.H selaku Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) dan rekan media masa, serta diikuti oleh Para Pejabat struktural dan seluruh pegawai Lapas Lembata.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kementerian Hukum dan HAM kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Dokumen Pakta Integritas antara Kepala Lapas dengan Kepala Kejaksaan Negeri Lembata sebagai saksi serta Dokumen Piagam Pencanangan pembangunan Zona Integritas atara Kepala Lapas Lembata dengan Kepala Kepolisian Resort Lembata sebagai saksi I, Kepala Kejaksaan Negeri Lembata saksi II dan Ketua Pengadilan Negeri Lembata saksi III.

Selanjutnya acara pencananagan ZI menuju WBK/WBBM Lembaga Pemasyarakatan kelas III Lembata tahun 2021 dilanjutkan dengan penandatanganan Wall Of Integrity oleh forkopimda sebagai bentuk dukungan dan sinergitas antar instansi pemerintahan dalam mewujudkan semangat dan Integritas dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kepolisian Resor Lembata Bapak YOCE MARTEN, S.H.,S.I.K., M.I.K, beliau menyampaikan bahwa; “Keberhasilan Membangun Zona Integritas sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas masing-masing individu, yang mempunyai relevansi dalam peningkatan kapasitas dan kualitas integritas dari organisasi’’

Lanjutnya, beliau menekankan bahwa, Keberhasilan Reformasi Birokrasi dapat dinilai dari seberapa besar perubahan mendasar yang dilakukan secara bertahap yang pada akhirnya dampak positif dari perubahan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat. ungkapnya

Selanjutnya sambutan dari kepala Lapas Lembata, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, forkopimda dan rekan media masa yang telah bersedia memenuhi undangan kegiatan Pencananagan ZI menuju WBK/WBBM tahun 2021 di Lapas Lembata. Lanjutnya beliau mengutip kalimat William Polar.

Kapolres Lembata, AKBP. Yoce Marten, SH., S.I.K., M.I.K

“Tanpa perubahan tidak ada Inovasi, Kreativitas atau Insentif untuk perbaikan. Mereka yang memulai perubahan akan memiliki kesempatan lebih baik untuk mengelola perubahan yang tak terkalahkan”. Kata Kalapas

Maka dengan ini Kami segenap Petugas Lembaga Pemasyarakatan kelas III Lembata pada hari ini berkomitmen untuk membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM tahun 2021.

Sebelumnya pada tanggal 25 Februari 2021 telah dilaksanakan Deklarasi Janji Kinerja bersama Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham NTT, Bapak MULYADI, Bc.IP.,S.H.,M.Si yang bertempat di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Larantuka, dalam kegiatan yang berlangsung telah dilakukan penandatanagan Dokumen Komitmen Bersama atara Kepala Divisi Pemasyarakatan NTT dengan Kepala Lapas Lembata dan Dokumen Komitmen Bersama antara Kepala Lapas  dan Para Pejabat Struktural Lapas Lembata yang disaksikan langsung oleh Forkopimda Kab. Flores Timur.(Humas Lapas Kelas III Lembata)

Gubernur VBL Lantik Bupati dan Wakil Bupati 5 Kabupaten Hasil Pilkada Serentak 2020

Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Kupang, Sikapnews.com- Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengambil sumpah dan melantik 5 pasangan Bupati dan Wakil Bupati hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 untuk Kabupaten Sumba Timur, Manggarai, Ngada,  Timor Tengah Utara (TTU)  dan Manggarai Barat atas nama Presiden Republik Indonesia di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (26/02/2021).

Kelima pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik tersebut adalah Drs. Kristofel Praing, M. Si dan David Melo Wadu, ST sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur,  Herybertus G. L. Nabit, SE, MA dan Heribertus Ngabut,  SH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Andreas Paru, SH, MH dan Raymundus Bena, SS, M. Hum sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ngada, Drs. David Juandi dan Drs. Eusabius Binsasi sebagai Bupati dan Wakil Bupati TTU,  Edistus Endi,  SE dan dr. Yulianus Weng,  M. Kes sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat. 

Acara yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan  yang ketat ini hanya dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT,  Josef A.  Nae Soi, pimpinan DPRD NTT, Unsur Forkompinda Provinsi NTT, Sekda NTT,  Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK/Dekranasda NTT,  Ketua Dharma Wanita NTT, Ketua KPUD NTT, para Bupati dan Wakil Bupati bersama Isteri,  para Pelaksana Harian (Plh.)  Bupati besama Isteri, para Ketua DPRD dari kelima Kabupaten serta Rohaniwan Katolik dan Rohaniwan Protestan.  Sementara keluarga dan undangan lainnya menyaksikan acara dari luar ruangan melalui layar televisi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pengambilan sumpah dan pelantikan diawali dengan  pengucapan janji jabatan oleh para Bupati dan Wakil Bupati yang dipandu oleh Gubernur NTT.  Diikuti oleh pengukuhan oleh rohaniwan Protestan dan rohaniwan Katolik. Setelahnya para Bupati dan Wakil Bupati menandatangani janji jabatan dan pakta integritas.

Acara dilanjutkan dengan pemasangan tanda pangkat jabatan, penyematan tanda jabatan dan penyerahan keputusan Menteri Dalam Negeri oleh Gubernur NTT kepada masing Bupati dan Wakil Bupati.  Serta diakhiri dengan penandatanganan naskah pelantikan oleh Gubernur NTT. 

Pengambilan sumpah dan pelantikan kelima Bupati dan Wakil Bupati itu didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.53-267 Tahun 2021 tanggal 19 Februari 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah hasil Pemilihan Kepala Daerah serentak Tahun 2020 di Kabupaten pada Provinsi Nusa Tenggara Timur. Yang kemudian dirubah dengan Keputusan Mendagri Nomor 131.53-370 tanggal 24 Februari 2021 tentang perubahan atas Keputusan Mendagri  Nomor 131.53-267 Tahun 2021 setelah adanya keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada (Kabupaten Manggarai Barat, red).

Dalam dua Keputusan Mendagri itu ditetapkan masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil pilkada serentak tahun 2020.

“Kepala daerah memegang jabatan selama 5 tahun dan apabila yang bersangkutan memegang jabatan tidak sampai 5 tahun yang diakibatkan oleh peraturan perundang-undangan maka diberikan kompensasi uang sebesar  gaji pokok dikalikan dengan jumlah bulan tersisa. Serta mendapatkan hak pensiun untuk masa jabatan 5 tahun,” demikian keputusan Mendagri, Muhammad Tito Karnavian sebagaimana dibacakan oleh Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT,  Doris Rihi.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Ketua TP PKK/Dekranada pada 5 kabupaten tersebut oleh Ketua TP PKK NTT,  Julie Sutrisno Laiskodat.  Kelima Ketua TP Kabupaten yang dilantik adalah Merliaty Simanjuntak sebagai Ketua TP PKK/Dekranasda  Sumba Timur, Meldyanti Hagur Marcelina sebagai ketua TP PKK/Dekranasda Manggarai,  Cecilia Sarjiyem sebagai Ketua TP PKK/Dekranasda Ngada,  Elvira Berta Maria Ogom sebagai Ketua TP PKK/Dekranasda TTU, Trince Yuni sebagai Ketua TP PKK/Dekranasda Manggarai Barat. (Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT/ ML).

Kabar Duka, Mantan Bupati Lembata Andreas Duli Manuk Tutup Usia

Mantan Bupati Lembata Dua Periode, Andreas Duli Manuk

Lewoleba,Sikapnews.com- Kabar duka datang dari Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Mantan Bupati Lembata, Andreas Duli Manuk Tutup Usia ke-80 Tahun, Jumad (26/02/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Ini, Sebelum meninggal dunia, Andreas Duli Manuk sempat menjalani perawatan Beberapa hari di RSUD Lewoleba.

Andreas Duli Manuk merupakan Bupati Lembata dua periode (2001- 2006) dan (2006-2011). Dia meninggal dunia sekitar pukul 17.52 Wita tadi di RSUD Lewoleba.

Diketahui, Andreas Duli Manuk memimpin Kabupaten Lembata sebagai Bupati Lembata dua periode, Pada Periode Pertama (2001-2006) kala itu dengan wakilnya Ir. Felix Kobun(Alm.) dan di periode Kedua (2006-2011) dengan Wakilnya Drs. Andreas Nula Liliweri.(*/IA).

Yuni Damayanti Lantik 4 Ketua TP PKK Tingkat Kecamatan

Pelantikan Ketua TP PKK Tingkat Kecamatan

Lewoleba,SikapNews.com- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata Yuni Damayanti Lantik 4 Ketua Tim Penggerak PKK baru pagi ini bertempat dilantai dua gedung Perpustakaan daerah Kabupaten Lembata, Jumad(26/02/2021). 

Dalam arahannya Yuni Damayanti selaku Ketua Tim Penggerak PKK mengatakan, Acara pelantikan sudah mengikuti standar protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah.

Ia berharap agar momen pelantikan ini bukan hanya sekedar Ceremonial semata ,sumpah ikrar benar – benar diikuti dengan hati bukan hanya bibir dan kepada para pembina tingkat Kecamatan ( Bapak – bapak camat ) dapat memberi perhatian , mendukung PKK dengan mengintervensi kepada para Kepala Desa atau Lurah agar mengalokasikn Anggaran Dana Desa ( ADD ) untuk pemberdayaan khususnya dalam memberantas Stunting dengan memberikn PMT kepada ibu hamil , bayi,balita selama 90 hari berturut-turut mendukung program – program pemerintah dibidang Pariwisata , pertanian dengan memanfaatkan dan melibatkan kader – kader PKK ditiap jenjang,”kata Yuni.

Selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Ia juga mengajak seluruh Kader PKK dan menghidupkan peran untuk para Ketua-ketua PKK yang baru dilantik agar dapat bekerja dengan totalitas untuk mendampingi PKK di tingkat Desa – desa atau Kelurahan,” Lanjut Yuni

Lanjut Yuni Damayanti dalam sambutannya, Ia mengajak semua Kader PKK untuk menjadi Duta Kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat umum untuk menerapkan Protokol Kesehatan karena penyebaran COVID-19 semakin meningkat.

“Peran PKK sangatlah penting sebagai garda terdepan, Duta Kesehatan dalam rumah tangga , jadi harus benar – benar menjalankan Prokes baik didalam keluarga dan lingkungan masyarakat ,dan jangan segan atau malu untuk menegur jika melihat ada yg tdk memakai masker”, Ucapnya

Selain itu Intervensi anggaran pastinya sangat dibutuhkan,seperti diatas tadi untuk pemberian PMT ( Pemberian Makanan Tambahan ) dan juga saya selalu gencar mengajak peran PKK untuk gencar berantas angka Stunting yang ada di setiap Desa, Kelurahan serta Kecamatan.Semoga apa yang kita perjuangkan bisa mencapai hasil maksimal untuk tujuan bersama,”tutupnya.

Sementara itu empat Ketua Tim Penggerak PKK yang di Lantik adalah dari Kecamatan Nubatukan, Kecamatan Nagawutun, Kecamatan Omesuri, Kecamatan Wulandoni.(*/Roy)

Rutan Kelas IIB Larantuka dan Lapas Kelas III Lembata Deklarasi Janji Kerja Tahun 2021 Menuju Pembangunan Zona Integritas WBK/WBBM

Pendatanganan Deklarasi Janji Kerja dan Komitmen Bersama

Larantuka,Sikapnews.com- Rutan Kelas IIB Larantuka dan Lapas Kelas III Lembata mendeklarasikan Janji Kerja Tahun 2021 untuk Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM di Aula Rutan Kelas IIB Larantuka, Kamis (25/02/2021).

Kepala Divisi Permasyarakatan Larantuka Mulyadi, Bc.IP.SH.M.Si dalam sambutannya meminta kepada Kalapas Lembata agar mulai mengubah pola dan budaya kerja agar kita mampu terapkan secara positif untuk menggalakkan pemerintah berbasis e-government yang modern dan responsif.

“Tantangan dan hambatan akan selalu ada, bisa saja besar dan bisa juga kecil, Tetapi adanya tantangan dan hambatan janganlah menjadi kendala dalam mewujudkan kepemerintahan yang efektif dan efisien (good governance). Jadikan tantangan dan hambatan menjadi peluang untuk berbuat yang terbaik dengan mengerahkan kemampuan dan daya upaya yang kita miliki”, Ucapnya

Lanjut Mulyadi, Sikap mental dan perilaku kita akan menentukan keberhasilan kita dalam mengatasi hambatan dan tantangan yang ada.

Kepala Divisi Permasyarakatan, Mulyadi, Bc.IP.SH.M.Si

Lebih jauh, Mulyadi menjelaskan Janji kinerja tahun 2021 ini serta pencanangan zona Integritas adalah salah satu cara untuk memotivasi kita agar kita bergerak secara serentak berkinerja untuk Kementerian Hukum dan HAM yang lebih berprestasi.

Mulyadi juga menegaskan bahwa dengan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas ini merupakan upaya penting kita bersama, Karena mencerminkan tekad dan komitmen kita bersama untuk menjadikan Lapas Kelas III Lembata dan Rutan Kelas IIB Larantuka menjadi zona yang berintegritas, Sebagai Wilayah bebas dari korupsi dan Wilayah Birokrasi bersih dan melayani, Katanya.

Kepala Divisi Permasyarakan Mulyadi juga menghimbau dan terus memberi dukungan dan semangat untuk Kalapas Lembata dan Karutan Larantuka serta jajarannya masing-masing dalam berjuang untuk meraih Zona Integritas menuju WBK/WBBM tahun 2021.

Ia juga menghimbau kepada Kalapas Lembata dan Karutan Larantuka serta Jajarannya masing-masing melaksanakan tugas sesuai S.O.P dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan hindari pelanggaran sekecil apapun seperti dalam Dasa Adi Brata Direktur Jenderal Pemasyarakatan,Tutupnya.

Hadir dalam deklarasi ini Wakil Ketua Pengadilan Negeri Larantuka, David R. A Porojo, SH. MH, Kasipidsus Kejaksaan Negeri Larantuka, Cornelis S. Oematan, SH, Kepala Lembaga Permasyarakan Kelas III Lembata beserta Jajarannya.(*/IA).

Pacu Produktivitas Pertanian dan Peternakan NTT Jokowi Resmikan Bendungan Napun Gete

Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Napun Gete, Maumere (23/02/2021)

Lewoleba, Sikapnews.com- Bendungan Napun Gete yang merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah siap beroperasi. Dalam kunjungan kerja ke provinsi tersebut pada Selasa, 23 Februari 2021, Presiden meninjau sekaligus meresmikan bendungan yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp880 miliar.

Presiden mengatakan bahwa dalam tiap kunjungannya ke NTT, satu hal yang selalu dimintakan ialah mengenai pembangunan bendungan. Namun, Kepala Negara amat memahami hal itu karena memang kunci kemakmuran NTT terletak pada bagaimana pengairan mampu dialirkan ke persawahan dan peternakan setempat melalui bendungan-bendungan yang ada.

“Saya sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali saya datang ke NTT. Setiap saya datang ke NTT, awal-awal, selalu yang diminta adalah bendungan. Permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air. Begitu ada air, semua bisa ditanam, tanaman tumbuh, buahnya diambil, daunnya bisa dipakai untuk peternakan karena di NTT ini juga sangat bagus untuk sektor peternakan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan peresmian.

Hingga saat ini, terdapat tiga dari tujuh bendungan yang telah dapat diselesaikan pembangunannya. Selesainya pembangunan Bendungan Napun Gete ini menyusul pembangunan bendungan lainnya, yakni Raknamo di Kupang dan Rotiklot di Belu, yang masing-masing selesai pada tahun 2018 dan 2019.

“Tinggal empat dalam proses. Tapi tadi pagi Gubernur menyampaikan pada saya minta tambahan dua lagi. Padahal provinsi yang lain paling banyak itu dua atau satu. Tapi yang memang di sini bendungan sangat dibutuhkan,” imbuh Presiden.

Bendungan Napun Gete yang diresmikan Presiden kali ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah dan termasuk proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020. Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung hingga 11,22 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 99,78 hektare.

Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan, Maumere (23/02/2021)

Dibangun mulai Desember 2016, bendungan ini memiliki manfaat untuk pengairan irigasi bagi kurang lebih 300 hektare sawah di sekitarnya. Selain itu, Bendungan Napun Gete juga dapat memberikan suplai air baku sebanyak 214 liter per detik bagi dua per tiga penduduk Kabupaten Sikka dan berpotensi menghasilkan daya listrik sebesar 0,1 megawatt.

Kepala Negara sangat berharap agar bendungan-bendungan yang dibangun di Provinsi NTT ini benar-benar dapat memacu produktivitas sektor pertanian dan peternakan NTT sekaligus menjadikan NTT untuk terlepas dari statusnya sebagai provinsi yang masih tertinggal.

“Kalau nanti satu per satu bendungan selesai, insyaallah dengan gubernur dan wakil gubernur yang baik, dengan bupati dan wakil bupati yang baik, memimpin rakyatnya, menggiring semuanya untuk produktif, saya yakin tidak lama lagi NTT akan makmur dan tidak menjadi provinsi yang kategorinya kalau di negara kita masih pada kondisi yang kurang,” ucapnya.

Sementara itu, dalam laporannya di kesempatan yang sama, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diongo mewakili warga setempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, pembangunan bendungan di provinsi tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah pusat untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat.

“Ini adalah mahakarya yang dipersembahkan oleh Bapak Presiden kepada kami dalam upaya penanganan hak-hak dasar masyarakat. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka dari hati yang tulus menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Bapak Presiden,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Sikka juga menjanjikan bahwa dengan kehadiran Bendungan Napun Gete ini baik Pemerintah Kabupaten Sikka maupun masyarakatnya akan lebih giat dan produktif untuk dapat menggalakkan indeks pertanaman dari yang semula satu kali tanam dalam tiap tahunnya menjadi tiga kali tanam sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Dengan terbangunnya bendungan ini, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka akan lebih giat menggalakkan indeks pertanaman dari 100 menjadi 300 atau tanam tiga kali dalam satu tahun untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Hadir dalam acara peresmian tersebut di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.(*/ML)

Jokowi : Air Jadi Kunci Kemakmuran Masyarakat di NTT

Presiden Joko Widodo

Maumere,Sikapnews.com- Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi mengatakan air menjadi kunci kemakmuran bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur. 

“Begitu ada air semua bisa ditanam. Tanaman tumbuh, buahnya diambil, daunnya bisa dipakai untuk peternakan karena NTT juga sangat bagus untuk sektor peternakan,” ujar Presiden saat meresmikan Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, yang disiarkan langsung oleh Sekretariat Presiden, Selasa (23/02/2021).

Makanya, kata dia, tak aneh jika pemerintah daerah di NTT selalu meminta pemerintah pusat untuk membantu membangun infrastruktur air seperti bendungan, embung, dan sumur bor.

“Tadi pagi Pak Gubernur NTT menyampaikan di Kabupaten Sumba, Sumba Tengah dulu banyak ekspor sapi ke Hong Kong, kok berhenti ? karena kecukupan airnya kurang,” kata Presiden

Pemerintah berencana membangun 7 bendungan di NTT. Hingga saat ini sudah tiga bendungan yang terbangun. “Saya yakin NTT tidak lama akan makmur, dan tidak jadi provinsi yang di negara kita kategorinya provinsi yang kurang. Kita lihat nanti kalau bendungannya sudah selesai,” Tutup Jokowi.(*/IA).

Sumber : Youtube Sekertariat Presiden

Tiba Di Maumere, Presiden RI Jokowi di Sambut dengan Kerumunan Masa.

Presiden Jokowi di Sambutan Kerumunan Masa

Maumere,Sikapnews.com- Presiden RI Joko Widodo tiba di Bandara Frans Seda Maumere, Selasa(23/02/2021)sekitar pukul 15.00 WITA. Seusai meresmikan Lumbung Pangan (food estate) di Kabupaten Sumba Tengah.

Kedatangan Presiden RI ke Kabupaten Sikka dalam rangka kunjungan kerja meresmikan Bendungan Napun Gete,Desa Ilin Medo Kecamatan Waiblama.

Beberapa saat setelah berada di Bandara Frans Seda, Presiden Jokowi bersama Rombongan langsung menuju lokasi Bendungan Napun Gete. Presiden Jokowi terlihat menumpang mobil RI 1 jenis Mercedes Benz G350 dan dikawal oleh sejumlah pengawal Paspampres.

Sementara itu, di pertigaan menuju Bandara, atau tepatnya di depan Hotel Permata Sari, yang merupakan titik pertama yang dilalui Presiden, tampak tumpukan massa mulai memadati setiap ruas jalan yang akan dilalui Presiden dan Rombongan.

Sementara itu, tepatnya di depan Hotel Permata Sari, yang merupakan titik pertama yang dilalui Presiden, tampak tumpukan massa mulai memadati setiap ruas jalan yang akan dilalui Presiden dan Rombongan.

Tampak aparat Gabungan keamanan TNI-POLRI, sibuk mengamankan kerumunan massa yang ingin menyaksikan dari dekat Presiden saat berangkat menuju Lokasi Bendungan Napun Gete.

Usai meresmikan Bendungan Napun Gete, Presiden Jokowi langsung bertolak menuju Jakarta.(*/Pm).

Resmikan Food Estate di Sumba Tengah Jokowi Targetkan Capai 10 Ribu Hektare

Presiden Joko Widodo saat meresmikan Food Estate di Sumba Tengah

Sumbah,Sikapnews.com- Di Himpun dari Video Youtube IPedia dotID Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi mengatakan luas lumbung pangan (food estate) di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan ditingkatkan hingga 10 ribu hektare, yang terdiri atas 5.600 hektare untuk padi dan 4.400 hektare jagung.

Luas food estate itu akan meningkat dibandingkan luas saat ini yang sebesar 5.000 hektare, dengan 3.000 hektare padi dan 2.000 hektare jagung.

“Kenapa dikerjakan di NTT, khususnya di Kabupaten Sumba Tengah, karena memang kita harus ngomong apa adanya Pak Bupati, Pak Gubernur, data yang saya miliki 34 persen kemiskinan ada di sini,” kata Jokowi saat meninjau lumbung pangan di Sumba Tengah, yang disiarkan langsung oleh Sekretariat Presiden, Selasa, 23 Februari 2021.

Ia juga menargetkan panen di Sumba Tengah dapat meningkat menjadi dua kali panen untuk padi dan satu kali panen untuk jagung dan kedelai dalam satu tahun. Saat ini, musim panen di Sumba Tengah hanya terjadi setahun sekali untuk padi.

“Problemnya adalah memang masih, di seluruh NTT sama, yaitu masalah air. Memang kuncinya ada di air,” ujarnya.

Untuk mengatasi kendala kekurangan air, ujar dia, pemerintah sudah membangun sumur bor tanah sejak 2018 dan juga embung besar. Namun pasokan air yang dihasilkan masih kurang.

Pemerintah Provinsi NTT juga telah meminta pemerintah pusat untuk membuat bendungan. Begitu juga dengan Pemkab Sumba Tengah yang meminta pembuatan embung baru.

“Saya sudah perintahkan Menteri PUPR tadi untuk dilihat kemungkinan dibangun waduk atau bendungan. Kemudian tambahan untuk embung dan juga sumur bor, diikuti dengan nanti Kementerian Pertanian untuk membantu kekurangan-kekurangan alsintan (alat mesin pertanian), traktor terutama di sini sangat dibutuhkan sekali,” Tutup Jokowi.(*/Ia).

Sumber : Sekretariat Presiden (IPedia dotID)