BATUBARA_Sikapnews.com : Dunia pendidikan di Kabupaten Batu Bara masih saja jadi sorotan tajam dimata masyarakat, Kabupaten Batu Bara. Selasa, (07/10/2025).
Pasalnya, ada sejumlah siswa-siswi SMA Negeri 1 Tanjung Tiram terlihat harus menahan panasnya terik matahari saat proses belajar mengajar berlangsung pada Senin 06 Oktober 2025.
Siswa-siswi juga terlihat berdiri didepan teras kelas diduga, adanya hukuman yang harus dilewati sejumlah siswa-siswi tersebut.
Bahkan, tidak sedikit siswa-siswi yang duduk di tanah halaman sekolah milik Dinas Pendidikan pemerintahan Provinsi Sumatera Utara itu pada pukul 12:08 Wib.
Padahal, dilihat dari bangunan SMA Negeri 1 Tanjung Tiram seluruhnya kokoh dan layak untuk diberikan yang terbaik kepada siswa-siswi saat mengikuti proses belajar.
Hal ini menunjukkan bahwa, integritas SMA Negeri 1 Tanjung Tiram mulai melemah dari kepemimpinan sebelumnya.
Dikonfirmasi kepada Plt. Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Tanjung Tiram, Juni Susanna Siregar, S.Pd mengatakan, anak yang berdiri tersebut sedang melaksanakan Ujian Harian.
“Sebenarnya mereka dalam keadaan ujian Harian Pak jadi satu kelas itu dibagi 2 oleh gurunya. Gelombang satu di dalam sedangkan gelombang dua di luar,” katanya.
“Jadi mereka bukan dihukum Pak, tapi dalam proses menunggu dan sambil belajar untuk persiapan ujian jadi mereka bebas mau duduk atau berdiri bagaimana nyamannya saja,” sambung Plt. Kepsek SMA Negeri 1 Tanjung Tiram.
Anehnya, kenapa ada yang sedang ujian dibiarkan berdiri?.
Namun begitu, Plt. Kepsek, Juni terus berdalih mengatakan “kurikulum merdeka” bebas memilih lokasi pembelajaran.
“Apalagi sekarang kurikulum merdeka pak, guru dan siswa “merdeka” belajar dimana saja mau diluar, mau keliling melihat lingkungan, mau diperpustakaan nggak ada masalah pak yang penting bagaimana menciptakan pembelajaran menyenangkan,” tambahnya.
Dikonfirmasi kepada Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Pemprovsu, M. Basir Hasibuan menjelaskan tidak mengerti strategi gurunya.
“Saya gak ngerti strategi gurunya, Abang tanya dulu gurunya apa strateginya. Masa harus saya urus sampai strategi belajar mengajar siswa pula bang, nanti kita cari tau dulu,” kata Kabid SMA Pemprovsu.
Dari itu hasil konfirmasi, awak media meminta, adanya evaluasi kinerja Disdik Pemprovsu kepada Plt. Juni Susanna Siregar agar wali murid tidak kecewa atas kebijakan Kepsek yang dapat menimbulkan kontroversi. (adn/tim)






