BATUBARA_Sikapnews.com : Potret rumah Gubuk berlapiskan dinding dari sebuah anyaman bambu yang sudah terlihat bolong terkesan jauh dari kata-kata mewah. Senin, (14/04/2025).
Potret terbuat menyita perhatian publik. Bahkan, Kata-kata mewah sudah sepantasnya diganti dengan sebutan rumah tidak layak huni.
Dilihat keatas, rumah seperti gubuk itu ditopang oleh kayu seadanya dengan atap seperti foto diatas.
Keadaan seperti ini dirasakan seorang perempuan bernama Sulasno Yusnidar warga Dusun II Nelayan, Desa Guntung, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Miliki 5 orang anak, di rumah gubuk itu juga Sulasno harus merasakan penerangan seadanya.
Potret rumah tersebut dikatakan Ramli yang merasa terpukul atas ketidak pedulian pemerintah setempat maupun Dinas terkait.
“Bukan berarti pendidikan tidak penting, rumah yang layak adalah persyaratan paling dasar dari semua mimpi,” kata Ramli. Minggu, 13 April 2025.
Hal ini juga ditanggapi Ketua Perisai Nusantara Kecamatan Lima Puluh Pesisir, M. Nur Marpaung yang dengan tegas meminta Bupati Batu Bara Copot Jabatan Kadis Perkim LH Kabupaten Batu Bara.
“Sebaiknya Bupati Batu Bara segera mencopot Kadis Perkim LH dari jabatan. Sebab, kami masyarakat menilai Kadis tersebut tidak mempuni untuk memikirkan nasib masyarakat,” tegasnya.
Ironisnya, saat M. Nur Marpaung menginformasikan keadaan rumah Sulasno Yusnidar kepada Kadis Perkim LH Kabupaten Batu Bara, Lendy Aprianto via WhatsApp namun tindakan Lendi Aprianto langsung memblokir WhatsApp dirinya tanpa meninggalkan pesan apapun.
“Jika tidak ingin berkomunikasi kepada masyarakat, Kadis Perkim LH sebaiknya mundur saja dari jabatan,” harap M. Nur Marpaung kepada Bupati Batu Bara.
Tidak tinggal diam, M. Nur Marpaung yang akrab dipanggil Achik Olan mencoba berkomunikasi kepada Sekda Kabupaten Batu Bara.
Dalam komunikasi singkat, Achik Olan mengatakan bahwa Sekda, Norma Deli Siregar hari ini akan memanggil Kabid Perkim LH atas keteledorannya mengayomi masyarakat dan Viral di Media Online lainnya. (adn/ewn)






