BATUBARA_Sikapnews.com : Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni dan Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar Siddiq melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke kawasan Pantai Sejarah Kabupaten Batu Bara, Sumut. Kamis, (11/09/2025).
Kunker menteri Kehutanan untuk meninjau langsung pelestarian konservasi hutan mangrove.
Diketahui, Pantai Sejarah memiliki potensi besar untuk wisata skala nasional. bahkan, internasional.
Menteri Kehutanan menyampaikan, apresiasi dan terimakasih kepada Kelompok Tani Cinta Mangrove (KTCM) yang sangat berperan aktif dalam upaya menjaga pelestarian konservasi hutan mangrove di kawasan Pantai Sejarah.

“Kami selalu berusaha untuk memberantas pelaku pembalakan liar, namun pemberantasan tersebut dirasa cukup berat karena ada sisi ekonomi pada masyarakat,” kata Menteri Kehutanan. Rabu 10 September 2025.
“Contohnya penebangan hutan mangrove yang kayunya dibuat untuk dijadikan arang,” sambungnya.
Menteri Kehutanan juga mengajak masyarakat untuk lebih baik melestarikan hutan daripada menebang. Sebab, hutan bisa juga tempat pelestarian sebagai tempat wisata yang ada nilai ekonominya.
Sementara itu, Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian menyampaikan terimakasih atas kedatangan Menteri Kehutanan dan Wakil Menteri Kehutanan di Kabupaten Batu Bara yang khusus untuk meninjau kawasan hutan mangrove.

Di kesempatan itu, Bupati Baharuddin melaporkan telah membentuk satu tim bersama Forkopimda untuk menelusuri surat-surat kepemilikan lahan di kawasan sepanjang pesisir.
Pasalnya, kawasan pesisir pantai dan hutan tidak boleh dimiliki secara pribadi atau punya hak sendiri.
Selanjutnya, di hadapan para rombongan menteri Kehutanan, Bupati Baharuddin melaporkan Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam pengembangan, pelestarian hutan khususnya hutan mangrove.
Dari itu Pemerintah telah menjalin hubungan kerjasama dengan banyak pihak-pihak, termasuk yayasan pecinta pelestarian hutan mangrove dan untuk menarik wisatawan luar negeri.
Bahkan, peranan Mahasiswa/i dari Universitas Luar Negeri telah mempromosikan Hutan Mangrove Pantai Sejarah.
Bupati juga memaparkan bahwa, hutan mangrove di kawasan Pantai Sejarah ini akan berpotensi menghasilkan peluang ekonomi yang besar karena dapat menjual penyerapan emisi karbon. (adn/red)






