Maling Terus Beraktivitas di Labuhan Ruku, Genset Panti Asuhan Jadi Sasaran

BATUBARA_Sikapnews.com : Aksi pencurian kembali meresahkan warga Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara. Jum’at, (21/08/2026).

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah lokasi dilaporkan menjadi sasaran pelaku, termasuk fasilitas milik pemerintah dan lingkungan sosial masyarakat.

Dalam kurun 90 hari terakhir, sedikitnya enam lokasi di wilayah Kelurahan Labuhan Ruku disebut telah menjadi sasaran pencurian. Salah satunya Kantor Kelurahan Labuhan Ruku yang kehilangan mesin pendingin ruangan (AC).

Kini, aksi serupa menyasar Yayasan Pendidikan Panti Asuhan Darul Ikhlas. Genset yang selama ini digunakan untuk menunjang kebutuhan yayasan dilaporkan raib pada dini hari.

Pembina Yayasan Pendidikan Panti Asuhan Darul Ikhlas, yang akrab disapa Tua, mengatakan genset tersebut diketahui hilang sekitar pukul 03.00 hingga 04.30 WIB. Kehilangan baru diketahui ketika pihak yayasan bersiap melaksanakan sholat Subuh.

“Iya, genset kami hilang sekitar pukul 03.00 sampai 04.30 WIB. Saat hendak persiapan sholat Subuh, baru terlihat sudah hilang,” ujar Tua.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengalaman pertama bagi yayasan yang telah berdiri selama tujuh tahun. Selama kurun waktu tersebut, pihak yayasan mengaku belum pernah mengalami kehilangan barang.

“Sejak yayasan berdiri selama tujuh tahun, kami tidak pernah mengalami kehilangan. Ini baru pertama kali terjadi,” katanya.

Tua mengungkapkan, aksi pencurian juga sebelumnya terjadi tidak jauh dari lokasi yayasan. Sejumlah warga disebut kehilangan telepon seluler, uang tunai sekitar Rp2 juta, hingga ayam jago yang ditaksir bernilai sekitar Rp3 juta.

Berdasarkan pantauan Sikapnews.com, dua hari sebelum kejadian di yayasan, seorang warga bernama Taufiq (48) juga dilaporkan menjadi korban pencurian.

Barang yang hilang antara lain satu karung besar berisi sepatu dan ayam jago.

Mereka menilai aktivitas pencurian yang berulang menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan sekaligus kehadiran aparat di titik-titik rawan, terutama pada jam-jam sepi.

Tua berharap, aparat penegak hukum meningkatkan patroli pada malam hingga menjelang pagi dan akan melapor kejadian yang dialaminya ke kantor polisi terdekat.

Menurutnya, waktu tersebut perlu mendapat perhatian khusus karena sejumlah aksi pencurian diduga berlangsung ketika aktivitas warga mulai sepi.

“Kami berharap aparat lebih meningkatkan patroli, khususnya tengah malam sampai menjelang pagi. Waktu-waktu seperti itu yang perlu diwaspadai karena pencuri diduga beraksi saat warga sedang tidur,” ujarnya.

Warga kini berharap, rangkaian kasus tersebut tidak berhenti sebagai keresahan semata. Mereka meminta setiap kejadian yang merugikan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara serius agar pelaku dapat diungkap dan keamanan lingkungan Labuhan Ruku kembali terjamin. (adn)

Pos terkait