BATUBARA_Sikapnews.com : Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIX Kecamatan Talawi mendatang tercium aroma busuk dalam mekanisme pelaksanaannya. Kamis, (16/04/2026).
Hal ini dikatakan salah seorang tokoh pemuda setempat, Ramadhan dikarenakan pemerintah setempat tidak pernah melibatkan masyarakat umum/warga setempat.
Pada terbitan sebelumnya, Ramadhan mengingatkan bahwa, kegiatan MTQ di Kecamatan Talawi tidak lagi menjalankan pola lama yang dinilai sarat kepentingan kelompok tertentu.
Ironisnya, saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Batu Bara, Yusrizal, bersama Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Kecamatan Talawi, Rahmad, memilih bungkam. Sikap diam ini justru memperkuat dugaan adanya sesuatu yang ditutup-tutupi.
Sementara itu, Camat Talawi menjelaskan, kegiatan MTQ mendatang telah digelar rapat dan membenarkan tidak ada masyarakat umum yang dilibatkan.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Batu Bara, H. Al Ansari pun tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya.
Bahkan, Beliau terdengar kecewa atas cara penyelenggaraan MTQ yang dinilai mencederai tujuan utama kegiatan tersebut.
H. Al Asari akrab dipanggil Buya Asari mengatakan, MTQ tingkat kecamatan digelar sebagai ajang strategis menyiarkan Al-Qur’an dan misi itu tercapai jika seluruh elemen masyarakat dilibatkan.
“Perhelatan MTQ tingkat kecamatan merupakan ajang strategis mensyiarkan Al-Qur’an di kecamatan tersebut,” tegas Buya Ansari.
“Misi tersebut akan tercapai jika seluruh elemen masyarakat dilibatkan atau turut serta,” sambungnya.
Selain itu, Ketua LPTQ meminta Pemerintah Kecamatan khususnya Kecamatan Talawi untuk memberikan ruang kepada masyarakat umum.
“Jadi kita meminta pemerintah kecamatan yang menyelenggarakan MTQ tingkat kecamatan memberikan ruang kepada masyarakat untuk turut serta dalam misi kebaikan tersebut,” tegas Buya Ansari.
Tidak hanya itu, Buya Ansari juga menuturkan bahwa, keterlibatan masyarakat dalam event tahunan ini menjadi langkah strategis membumikan cinta terhadap Al Qur’an.
Disisi lain, Ramadhan Murkah dan mengatakan bahwa, bungkamnya pejabat pemerintah menambah bobroknya mekanisme pelaksanaan MTQ di Kecamatan Talawi.
“MTQ itu bukan milik segelintir orang. Ini ajang syiar Al-Qur’an dan itu tidak akan tercapai kalau masyarakat justru disingkirkan,” tutup Ramadhan. (adn)






