Dugaan Belum Sertijab Kepsek SMA YPK Kedaisianam Saling Lempar Hutang

Foto : Ilustrasi

BATUBARA_Sikapnews.com : Pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) di lingkungan SMA YPK Kedaisianam kini menuai Polemik dan sorotan tajam. Senin, (13/04/2026).

Pasalnya, proses serah terima jabatan (sertijab) diduga belum dilaksanakan secara resmi, namun kepemimpinan sudah berganti.

Kondisi ini memicu dugaan polemik internal yang berujung pada saling lempar tanggungjawab, termasuk terkait pengelolaan keuangan sekolah.

Lebih lanjut, muncul dugaan adanya beban hutang yang kini menjadi polemik antara pihak lama dan pihak baru.

Kedua belah pihak disebut-sebut saling melempar tanggungjawab sehingga memperkeruh situasi internal sekolah hingga pihak penyedia menjadi korban janji pelunasan.

Semula, hal ini mencuat ketika salah seorang sales marketing memberikan pasokan ATK yang belum kunjung dibayarkan hingga berita ini terbit.

“Saya ada menawarkan sejumlah ATK di sekolah YPK Kedaisianam, setelah diterima pada Januari 2026 hingga saat ini belum dibayarkan dan saat berkomunikasi dengan RH ternyata dia sudah tidak menjabat Kepsek lagi,” kata MA.

“Tapi, kepsek baru juga tidak bersedia membayar dan melimpahkan persoalan ini kepada kepsek yang lama,” sambungnya MA.

Selain itu, MA menanyakan kepada kepsek baru terkait kejelasan pembayaran. Namun yang baru mengungkapkan bahwa soal ATK itu urusan RH. Sebab, tidak ada masuk dalam daftar hutang yang dikembalikan.

Ditanya soal berapa hutang dikembalikan yang tertuang dalam berita acara kepsek baru menjawab “tanya saja kepsek lama”.

Dikonfirmasi kepada Kepsek Lama, RH, semula dirinya mengakui itu menjadi hutang pribadinya.

Tapi, beberapa hari kemudian RH mengatakan itu hutang tanggungjawab kepsek baru. Anehnya, hari ini malah berubah, RH kembali berjanji akan melunasi pembayaran ATK pada bulan depan.

Dari itu, MA yang merasa menjadi korban kenakalan dalam pengelolaan Dana BOS YPK Kedaisianam dan muak akan janji-janji manis.

Tidak mau dijanji-janjikan, Pihak penyedia akan menempuh jalur hukum agar membongkar kejahatan tikus-tikus kantor di YPK Kedaisianam. (adn)

Pos terkait