BATUBARA_Sikapnews.com : Nama Erwinsyah kembali menjadi sorotan di panggung sepak bola Kabupaten Batu Bara. Kamis, (13/08/2026).
Penjaga gawang Mapel FC yang dikenal luas dengan julukan “Duta Sepak Bola Batu Bara” itu kini bersiap menjadi benteng terakhir timnya saat menghadapi KNPI FC pada babak perempat final Piala Bupati Batu Bara Mini Soccer Bahagia Cup II.
Kepercayaan tersebut bukan datang tanpa alasan. Erwinsyah memiliki rekam jejak panjang di dunia sepak bola lokal.
Salah satu catatan yang masih melekat adalah keberhasilannya membawa Tim Sepak Bola Porses FC meraih kemenangan dalam laga tarkam di Desa Bulan-Bulan pada tahun 1999.
Lima tahun berselang, pada 2004, pengalaman Erwinsyah kembali berbuah prestasi. Saat memperkuat Porses FC sebagai penjaga gawang, Erwinsyah berhasil mengantarkan timnya meraih juara pertama turnamen sepak bola di Lapangan Besar Labuhan Ruku.
Tidak hanya aktif sebagai pemain, Erwinsyah juga pernah mengambil bagian dalam geliat sepak bola akar rumput. Pada 2005, ia turut menggelar Gebyar Turnamen yang memperebutkan Piala DPD AMPI Kabupaten Asahan.
Dari perjalanan panjang tersebut, namanya kemudian dikenal sebagai salah satu figur yang konsisten berada di tengah denyut sepak bola masyarakat termasuk sebagai hakim garis di beberapa turnamen.
Kini, tantangan berbeda menanti. Bersama Mapel FC, Erwinsyah harus menghadapi KNPI FC dalam pertandingan yang dipastikan berlangsung ketat.
Sejumlah penggiat olahraga menilai pengalaman menjadi modal penting bagi Erwinsyah.
Kemampuannya membaca arah serangan, mengambil posisi, hingga menghadapi situasi tekanan diyakini dapat menjadi salah satu faktor yang membuat Mapel FC lebih percaya diri.
“Kami mengenal betul rekam jejak Erwinsyah dalam dunia sepak bola. Kalau melihat pengalaman dan perjalanan panjangnya, beliau memang pantas dijuluki Duta Sepak Bola Kabupaten Batu Bara,” ujar Boby, warga Kecamatan Tanjung Tiram.
Namun, Erwinsyah tidak ingin terjebak dalam reputasi. Menghadapi KNPI FC, ia memilih merendah dan menempatkan pertandingan sebagai pertarungan yang harus dihadapi dengan keseriusan penuh.
Baginya, nama besar dan pengalaman tidak akan berarti jika pemain kehilangan konsentrasi selama pertandingan.
Erwinsyah melanjutkan, KNPI FC tetap dianggap sebagai lawan berbahaya yang memiliki kualitas serta peluang untuk memberikan tekanan sejak awal laga.
“Kami tetap fokus dan serius. KNPI FC bukan lawan yang bisa dianggap sepele. Kami harus bermain disiplin, menjaga konsentrasi dan berjuang maksimal sampai pertandingan selesai,” kata Erwinsyah.
Menariknya, kemampuan Erwinsyah dalam adu penalti juga kembali menjadi pembicaraan setelah ia sukses membantu Mapel FC melewati drama titik putih dengan skor 4-2 kontra Dolok FC.
Momen tersebut semakin mempertegas bahwa penjaga gawang senior itu masih memiliki refleks dan mental pertandingan yang patut diperhitungkan.
Kini publik sepak bola Batu Bara menunggu satu pertanyaan: mampukah “Duta Sepak Bola Batu Bara” kembali menjadi tembok kokoh Mapel FC dan menggagalkan ambisi KNPI FC menuju semifinal?
“Besok, Jawabannya ini semua akan ditentukan di lapangan. Sebab dalam sepak bola, reputasi hanya menjadi catatan sejarah. Sementara, kemenangan harus diperjuangkan selama 30 menit,” tutup Boby. (adn)






